September 15, 2026

Celebrities Info's

Berita seputar selebriti lokal dan interlokal

Kasus Betrand Peto: Kronologi Dugaan TPKS di SCBD

Korban ANW beri keterangan soal kasus Betrand Peto

ANW membeberkan kronologi kasus Betrand Peto terkait dugaan kekerasan seksual di sebuah kelab malam.

Dunia hiburan Tanah Air tengah digemparkan oleh kabar kurang sedap. Kasus Betrand Peto mendadak menjadi sorotan tajam publik lantaran penyanyi muda ini terseret dalam dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Peristiwa ini mencuat ke permukaan setelah seorang perempuan berinisial ANW, yang menjadi korban, akhirnya muncul ke publik. Pada konferensi pers tanggal 13 September 2026, ANW yang tampil mengenakan hoodie hitam, kacamata gelap, dan masker, membongkar rentetan kejadian pahit yang dialaminya.

Lantas, bagaimana kejadian sebenarnya? Berikut rangkuman fakta terkait insiden tersebut.

Awal Mula Kasus Betrand Peto di Kelab Malam SCBD

Berdasarkan kesaksian ANW, tragedi ini bermula pada Kamis, 12 September 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Korban bersama dua orang temannya tengah mengunjungi sebuah kelab malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Tiba-tiba, seorang staf menghampiri mereka dan menawarkan untuk bergabung ke sebuah private room. Belakangan diketahui bahwa ruangan tersebut telah di-booking oleh BP.

“Tawaran itu kami terima. Staf itu lalu menyerahkan kami ke waiter pria di room BP. Waiter itu sempat membagikan minuman dan menjamin ruangan aman. Saya sama sekali tidak ada pikiran negatif,” tutur ANW.

Kronologi Pemaksaan

Puncak dari kasus Betrand Peto ini terjadi saat ANW sempat keluar untuk mengambil ponselnya yang tertinggal. Ketika kembali ke private room, teman-temannya sedang berada di toilet.

Tinggal berdua, ANW duduk di sofa tepat di samping BP. Di momen itulah situasi berubah drastis. Dengan suara bergetar, ANW menceritakan momen kelam tersebut.

“Tiba-tiba, BP menarik tangan saya secara paksa ke arah toilet. Awalnya saya pikir dia mau mengecek teman saya yang lama di dalam. Tapi ternyata, di depan pintu toilet dia dipaksa saya melakukan hubungan badan,” ungkapnya.

Korban Lolos dari Kasus Betrand Peto dan Lapor Polisi

Tindakan pemaksaan itu tak hanya meninggalkan trauma, tetapi juga luka fisik. Nathaniel Hutagaol, selaku kuasa hukum korban, menyebutkan kliennya menderita luka lebam dan memar di area hidung, leher, tangan, hingga siku.

Sekitar pukul 04.00 WIB, ANW dan temannya baru bisa melarikan diri dari lokasi berkat bantuan seorang staf kelab malam.

Menjalani Visum untuk Bukti Kasus Betrand Peto

Tidak tinggal diam, ANW langsung mendatangi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan polisi terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Sebagai langkah penguatan bukti kasus Betrand Peto, korban juga telah menjalani visum et repertum.

Ruben Onsu Janji Kooperatif Hadapi Kasus Betrand Peto

Hingga saat ini, BP sendiri masih bungkam terkait statusnya sebagai terlapor. Meski begitu, Ruben Onsu telah memberikan pernyataan. Ia meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri dan memastikan keluarganya akan taat hukum.

“Percayalah, kami tidak akan menutup-nutupi apa yang terjadi sebenarnya, sesuai bukti yang ada. Kami akan berusaha kooperatif dalam memberikan keterangan,” tegas Ruben.

Kini, publik terus mengawal jalannya penyidikan atas dugaan TPKS ini, berharap kebenaran segera terungkap secara adil.

Baca juga : Jefri Nichol Dituding Mokondo, Sang Aktor Bongkar Fakta Asli

About The Author

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.