Site icon Celebrities Info's

Topan Srimulat Meninggal Dunia di Usia 70 Tahun

Topan Srimulat meninggal dunia di usia 70 tahun

Pelawak senior Topan Srimulat meninggal dunia pada 27 Agustus 2026 di Kepanjen, Kabupaten Malang, dalam usia 70 tahun.

Topan Srimulat meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026. Pelawak senior bernama lengkap Topan Muhammad Sugianto itu mengembuskan napas terakhirnya di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada usia 70 tahun.

Kabar tersebut membawa duka bagi dunia hiburan Indonesia, khususnya komunitas seni dan komedi Jawa Timur yang menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Topan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut menyampaikan belasungkawa melalui akun media sosial resminya. Pemprov Jatim mengenang Topan sebagai salah satu seniman Jawa Timur yang telah memberikan karya dan dedikasi panjang.

Kepergiannya juga kembali mengingatkan publik pada masa kejayaan Srimulat serta Ketoprak Humor, dua panggung yang membuat nama Topan semakin dikenal masyarakat.

Topan Srimulat Meninggal Setelah Sempat Sakit Perut

Informasi terbaru dari keluarga memberikan gambaran mengenai kondisi Topan sebelum berpulang.

Pada Kamis pagi, Topan mengeluhkan sakit di bagian perut. Keluhan tersebut awalnya dianggap berkaitan dengan lambung.

Ia kemudian sempat mendapat pemeriksaan di sebuah klinik sekitar pukul 09.00 WIB dan diperbolehkan pulang sekitar satu jam kemudian.

Setelah kembali ke rumah, Topan beristirahat.

Namun, kondisinya mendadak memburuk. Istrinya menceritakan Topan kembali mengeluhkan sakit perut yang sangat kuat sebelum mengalami kejang.

Keluarga kemudian membawanya ke RS Wava Husada Kepanjen.

Tim medis melakukan pertolongan, termasuk upaya resusitasi. Namun, kondisinya tidak berhasil dipulihkan.

Laporan dari keluarga menyebut dokter kemudian menyatakan Topan meninggal dunia setelah mengalami henti jantung.

Masih Aktif Manggung Sebelum Berpulang

Kepergian Topan terasa semakin mengejutkan karena ia masih aktif berkegiatan beberapa hari sebelumnya.

Pada Senin, 24 Agustus 2026, Topan disebut masih mengisi sebuah acara di Sidoarjo.

Ia sebenarnya juga dijadwalkan tampil di Lamongan tidak lama sebelum meninggal dunia. Namun, pekerjaan tersebut dibatalkan karena kondisinya mulai tidak sehat.

Beberapa jadwal pertunjukan lainnya juga masih menunggu.

Keluarga menyebut Topan bahkan memiliki sejumlah agenda manggung untuk beberapa hari berikutnya, termasuk acara di Jember dan wilayah Jawa Timur lainnya.

Fakta tersebut memperlihatkan bahwa Topan masih aktif menjalani profesinya sebagai seniman hingga akhir hayat.

Sebelumnya Tidak Memiliki Riwayat Sakit Jantung

Menurut keterangan keluarga, Topan tidak diketahui memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.

Namun, tekanan darahnya memang beberapa kali tercatat cukup tinggi.

Pada pagi sebelum kondisi kesehatannya memburuk, tekanan sistoliknya bahkan disebut mencapai sekitar 179.

Selain itu, dalam beberapa minggu terakhir Topan mengalami kesulitan makan setelah menjalani perawatan gigi.

Seluruh giginya disebut sempat dicabut sebagai persiapan untuk pemasangan gigi baru.

Kondisi gusi yang membengkak membuat pola makannya terganggu. Beberapa hari sebelum wafat, jumlah makanan yang dapat dikonsumsi menjadi lebih sedikit.

Meski begitu, keluarga menyebut Topan masih menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari dan tetap menerima pekerjaan hiburan.

Topan Srimulat Lahir di Malang

Topan Muhammad Sugianto lahir di Malang, Jawa Timur, pada 12 April 1956.

Ia tumbuh menjadi salah satu pelawak yang dikenal melalui gaya komedi Jawa Timuran.

Perjalanan karier Topan memiliki cerita yang cukup unik karena dirinya justru mengikuti jejak sang adik, Sugeng Winarso atau Leysus, yang lebih dahulu masuk ke dunia hiburan.

Leysus lebih dahulu berkecimpung dalam seni komedi tradisional.

Ia merintis karier melalui Ketoprak Siswo Budoyo Tulungagung sebelum kemudian dikenal lebih luas di televisi.

Topan kemudian menyusul perjalanan sang adik ke dunia lawak.

Hubungan keduanya akhirnya berkembang bukan hanya sebagai saudara, tetapi juga pasangan komedi yang sering tampil bersama.

Duet Topan dan Leysus Jadi Ciri Khas

Nama Topan semakin dikenal ketika tampil bersama Leysus.

Keduanya mempunyai karakter komedi yang mampu saling melengkapi di atas panggung.

Mereka kemudian sering muncul dalam program Ketoprak Humor, salah satu acara komedi populer pada masanya.

Ketoprak Humor memadukan cerita tradisional dengan improvisasi para pelawak.

Format tersebut membuat pertunjukannya berbeda dibandingkan acara komedi televisi biasa.

Cerita legenda dan dongeng tradisional dikemas menggunakan kostum, tata panggung, serta humor yang lebih modern.

Program tersebut juga diperkuat sederet pelawak senior yang memiliki karakter unik.

Topan dan Leysus akhirnya menjadi dua nama yang cukup identik dengan program tersebut.

Ketoprak Humor Pernah Menjadi Tayangan Populer

Ketoprak Humor memiliki sejarah penting dalam perkembangan hiburan televisi Indonesia.

Program tersebut mulai dikenal luas sejak akhir 1990-an.

Sejumlah pelawak Srimulat terlibat di dalamnya, termasuk Timbul, Tarzan, Tessy, Nunung, Doyok, Mamik, Topan, dan Leysus.

Konsep pertunjukannya menggabungkan kekuatan improvisasi komedian senior dengan cerita tradisional.

Ketoprak Humor bahkan pernah meraih Panasonic Award beberapa kali pada awal 2000-an.

Popularitas program tersebut ikut memperluas jangkauan nama Topan ke penonton televisi nasional.

Tidak hanya penonton di Jawa Timur yang mengenalnya.

Karakter dan gaya lawaknya kemudian dapat dinikmati masyarakat dari berbagai daerah.

Bergabung dengan Srimulat

Karier Topan juga tidak dapat dipisahkan dari Srimulat.

Grup lawak legendaris tersebut telah melahirkan banyak komedian terkenal Indonesia.

Topan dan Leysus termasuk seniman asal Malang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Srimulat.

Bagi Topan, bergabung dengan Srimulat semakin memperluas pengalaman panggungnya.

Srimulat dikenal memiliki gaya komedi yang sangat bergantung pada karakter masing-masing pemain.

Setiap pelawak biasanya membawa persona yang mudah dikenali penonton.

Perbedaan karakter inilah yang menghasilkan berbagai situasi komedi spontan di atas panggung.

Warisan gaya lawak tersebut bertahan lintas generasi dan membuat nama Srimulat tetap dikenal jauh setelah masa kejayaannya.

Topan Srimulat Meninggal, Tinggalkan Banyak Program

Sebelum Topan Srimulat meninggal, perjalanan kariernya tidak hanya terbatas pada Ketoprak Humor.

Ia pernah terlibat dalam beberapa program lawak seperti Ronda, Pansus, dan Toples Show.

Topan juga muncul dalam sejumlah program yang membawa nama Srimulat.

Di antaranya terdapat Srimulat, Srimulat Plus, Srimulat Cari Bakat, Srimulat Night Live, Saatnya Srimulat, hingga Waktunya Srimulat Bercyanda.

Kemunculan tersebut memperlihatkan panjangnya rentang karier Topan.

Ia mampu melewati perubahan dunia hiburan dari pertunjukan tradisional, panggung komedi, televisi, hingga film.

Ikut Membintangi Film Srimulat

Jejak Topan juga dapat ditemukan di layar lebar.

Ia termasuk dalam jajaran pemain film Finding Srimulat yang dirilis pada 2013.

Film tersebut mengangkat kisah mengenai usaha menghidupkan kembali semangat grup lawak Srimulat.

Beberapa tahun kemudian, nama Topan kembali muncul dalam proyek yang membawa sejarah kelompok tersebut.

Ia tercatat terlibat dalam Srimulat: Hil yang Mustahal – Babak Pertama pada 2022 serta Srimulat: Hidup Memang Komedi pada 2023.

Keterlibatan tersebut mempertemukan generasi asli Srimulat dengan generasi baru yang mengenal kelompok komedi itu melalui film.

Dengan demikian, perjalanan Topan juga menjadi bagian dari proses memperkenalkan sejarah komedi Indonesia kepada penonton yang lebih muda.

Kepergian Leysus Menjadi Titik Penting

Perjalanan Topan bersama sang adik harus berakhir ketika Leysus meninggal dunia pada 3 Januari 2006.

Leysus diketahui meninggal setelah mengalami kanker mulut.

Kepergian tersebut mengakhiri salah satu duet kakak beradik yang cukup dikenal dalam komedi Jawa Timur.

Namun, Topan tetap melanjutkan aktivitasnya.

Ia terus hadir dalam berbagai kegiatan seni dan mempertahankan hubungannya dengan dunia hiburan.

Bahkan dua dekade setelah Leysus meninggal, Topan masih menerima undangan untuk tampil di berbagai acara.

Dimakamkan Dekat Sang Ibu dan Leysus

Setelah meninggal dunia, Topan dimakamkan di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Lokasi tersebut dipilih berdasarkan keinginan yang pernah disampaikan Topan kepada keluarganya.

Putrinya menjelaskan bahwa sang ayah pernah meminta agar suatu hari dimakamkan dekat makam ibunya.

Kebetulan makam Leysus juga berada tidak jauh dari lokasi tersebut.

Permintaan itu kemudian diwujudkan keluarga setelah Topan berpulang.

Ia akhirnya kembali beristirahat dekat dengan anggota keluarga yang lebih dahulu meninggal dunia.

Pemprov Jawa Timur Sampaikan Duka

Pemerintah Provinsi Jawa Timur termasuk pihak yang memberikan penghormatan kepada Topan.

Melalui akun resminya, Pemprov Jatim menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya seniman tersebut.

Topan dikenang atas karya dan dedikasinya selama berkecimpung dalam dunia seni.

Ucapan tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjangnya sebagai seniman asal Jawa Timur.

Malang memang memiliki sejarah panjang melahirkan sejumlah nama besar di dunia komedi.

Selain Topan dan Leysus, beberapa pelawak terkenal seperti Tarzan, Eko DJ, dan Nurbuat juga memiliki hubungan kuat dengan Malang.

Topan Srimulat Meninggal, Karyanya Tetap Dikenang

Kabar Topan Srimulat meninggal menutup perjalanan panjang seorang pelawak yang melewati beberapa era hiburan Indonesia.

Dari mengikuti langkah Leysus, tampil dalam Ketoprak Humor, menjadi bagian dari Srimulat, membintangi berbagai program televisi, hingga muncul dalam film, Topan membangun karier selama puluhan tahun.

Bahkan menjelang akhir hidupnya, ia masih menerima jadwal pertunjukan.

Hal tersebut menunjukkan bagaimana panggung tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Kepergian Topan juga menambah daftar seniman senior Srimulat yang telah berpulang.

Namun, penampilannya masih dapat dikenang melalui dokumentasi televisi, film, serta sejarah Ketoprak Humor dan Srimulat.

Bagi generasi yang tumbuh menyaksikan komedi pada era 1990-an hingga 2000-an, nama Topan dan Leysus memiliki tempat tersendiri.

Topan Srimulat meninggal pada usia 70 tahun, tetapi jejak karya serta kontribusinya terhadap komedi Indonesia tetap menjadi bagian dari sejarah hiburan Tanah Air.

Baca juga : Ruben Onsu Tersangka, Polisi Kirim Surat Panggilan

Exit mobile version