Update kasus Richard Lee kini memasuki tahap yang lebih penting. Polda Metro Jaya menyatakan proses pemberkasan masih berjalan dan sedang dilengkapi oleh penyidik. Setelah administrasi dinyatakan siap, berkas perkara akan dikirim momoplay ke jaksa penuntut umum untuk diteliti. Perkembangan ini membuat perhatian publik kembali tertuju pada arah penanganan kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat nama Richard Lee.
Langkah menuju kejaksaan menjadi sorotan karena menandakan perkara ini bergerak dari fase pemeriksaan menuju tahap lanjutan. Bagi pembaca yang mengikuti polemik ini sejak awal, update terbaru tersebut menunjukkan bahwa proses hukum masih terus berjalan dan belum berhenti di level penyidikan biasa.
Polisi tegaskan tak ada perlakuan khusus
Di tengah ramainya pembahasan di publik, polisi menegaskan Richard Lee tetap memperoleh hak sebagai tahanan, termasuk hak layanan dasar dan kesempatan bertemu keluarga saat kunjungan Lebaran karena operasional rutan disebut berjalan normal. Meski demikian, Polda Metro Jaya menekankan tidak ada fasilitas istimewa untuk Richard Lee dan seluruh tahanan diperlakukan sama sesuai SOP yang berlaku.
Pernyataan serupa juga sempat disampaikan momoplay dari sisi pendamping hukum Richard Lee. Saat pemeriksaan pada Februari 2026, kuasa hukumnya menyebut proses pemeriksaan berlangsung profesional, humanis, dan tanpa perlakuan istimewa. Detail ini ikut memperkuat gambaran bahwa sorotan publik terhadap perlakuan khusus menjadi salah satu isu yang paling banyak dibicarakan dalam perkara ini.
Kronologi singkat sampai tahap pemberkasan
Jika ditarik ke belakang, kasus ini tidak terjadi dalam waktu singkat. Berdasarkan penjelasan kepolisian, laporan terhadap Richard Lee terdaftar di Polda Metro Jaya pada 2 Desember 2024. Status tersangka kemudian ditetapkan pada 15 Desember 2025. Setelah itu, Richard Lee sempat diperiksa pada Februari 2026 dan kala itu tidak langsung ditahan, melainkan dikenai wajib lapor.
Sebelum pemeriksaan lanjutan berlangsung, Richard Lee juga sempat menempuh jalur praperadilan momoplay. Namun pada 11 Februari 2026, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan tersebut, sehingga status tersangkanya tetap berlaku. Tidak lama berselang, penyidikan berlanjut dan polisi kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap dirinya.
Situasi berubah pada 6 Maret 2026. Polda Metro Jaya resmi melakukan penahanan setelah penyidik menilai Richard Lee menghambat proses penyidikan. Menurut keterangan kepolisian, alasan itu berkaitan dengan ketidakhadiran dalam pemeriksaan tambahan tanpa penjelasan yang jelas. Richard Lee kemudian ditempatkan di Rutan Polda Metro Jaya setelah melalui pemeriksaan kesehatan.
Duduk perkara menurut versi penyidik
Menurut versi penyidik, perkara ini bermula dari laporan seorang konsumen yang membeli sejumlah produk kecantikan melalui marketplace. Polisi menyebut ada dugaan ketidaksesuaian komposisi pada salah satu produk, dugaan masalah sterilitas karena kemasan ulang pada produk lain, serta dugaan repacking pada produk berikutnya. Rangkaian dugaan itu yang kemudian menjadi dasar penyidikan atas perkara perlindungan konsumen yang kini berkembang sampai tahap pemberkasan.
Dari sisi pemberitaan momoplay, bagian ini menjadi penting karena menjelaskan mengapa kasus Richard Lee terus menarik perhatian. Publik tidak hanya mengikuti nama besar yang terlibat, tetapi juga menunggu kejelasan atas substansi perkara yang berkaitan langsung dengan produk kecantikan dan kepercayaan konsumen.
Richard Lee membantah tuduhan
Di sisi lain, Richard Lee membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menyatakan seluruh produk yang dijual legal, telah berizin BPOM, dan diproduksi sesuai ketentuan yang berlaku. Saat memenuhi panggilan penyidik pada Februari lalu, ia juga menegaskan akan bersikap kooperatif dan memberikan keterangan secara terbuka.
Pernyataan bantahan tersebut membuat perkara ini berjalan dengan dua narasi besar yang sama-sama kuat di ruang publik. Di satu sisi, polisi menyusun berkas berdasarkan laporan dan hasil penyidikan momoplay. Di sisi lain, Richard Lee tetap bertahan pada sikap bahwa produk yang dipasarkannya legal dan tidak melanggar aturan. Karena itu, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana jaksa akan menilai hasil penyidikan yang disusun kepolisian.
Publik menunggu langkah kejaksaan
Dengan berkas yang disebut sedang dilengkapi dan segera dikirim ke jaksa, update kasus Richard Lee jelas memasuki babak baru. Tahap ini penting karena akan menentukan apakah perkara bergerak lebih jauh atau masih memerlukan tambahan petunjuk dari penuntut umum. Sampai 18 Maret 2026, kasus ini masih berada dalam proses hukum yang berjalan dan publik masih menunggu perkembangan resminya dari kepolisian maupun kejaksaan
baca juga : Maissy Buka Suara soal Isu Perselingkuhan Suami dengan Dokter Koas

